PPID.MUNABARAT.GO.ID-Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-12 Kabupaten Muna Barat (Mubar) berlangsung dengan khidmat dan sarat akan nuansa kebudayaan lokal. Acara puncak yang berpusat di Lapangan Sepak Bola Wamelai, Kecamatan Lawa pada Kamis (23/7/2026) ini dihadiri langsung oleh Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Andi Sumangerukka, Bupati Muna Barat La Ode Darwin, serta Wakil Bupati Ali Basa.
Nuansa budaya Muna tampak begitu kental terasa di lokasi upacara. Seluruh tamu undangan, jajaran pejabat instansi, hingga kepala daerah kompak mengenakan busana adat lengkap dengan kain penutup kepala khas Muna (kampurui). Langkah ini diambil sebagai ruang untuk merawat identitas, melestarikan warisan leluhur, serta menegaskan jati diri masyarakat Muna Barat.
Usai upacara formal, peserta upacara dihibur dengan pertunjukan tari kolosal yang dibawakan oleh siswa-siswi SMP dan SMA se-Muna Barat. Pertunjukan teatrikal ini mengangkat sejarah penting mengenai asal-usul raja pertama Muna, La Eli, yang bergelar Bheteno Ne Tombula.
Para pelajar sukses menggambarkan perjumpaan sakral antara sang raja dengan istrinya, Wa Tandi Abe (We Tendriabeng). Menariknya, tarian kolosal ini tidak hanya menampilkan tarian khas Muna tetapi juga dari berbagai suku luar yang telah lama berakulturasi dan menetap di Pulau Muna seperti suku Tolaki, Moronene, dan Wolio.
Kemeriahan semakin terasa ketika serombongan kuda memasuki lapangan upacara. Kuda-kuda yang tampak gagah ini didampingi oleh pawang guna melakukan atraksi Pogira Adhara atau tradisi perkelahian kuda khas Muna. Atraksi ketangkasan yang memukau ini menampilkan pesona budaya yang ekstrem namun penuh nilai filosofis tentang persatuan dan ketangguhan.
Sebagai wujud rasa syukur atas perjalanan pembangunan 12 tahun Muna Barat sebagai daerah otonom, seluruh rangkaian peringatan ditutup dengan doa bersama melalui pelaksanaan tradisi Haroa. Prosesi pembacaan doa Haroa yang dipimpin oleh tokoh agama setempat berlangsung sangat sakral. Usai ritual pembacaan doa selamatan, acara diakhiri dengan tradisi santap isi dulang (talang makanan tradisional) secara bersama-sama oleh para pejabat dan elemen masyarakat.
Penulis : Wa Ode Hasrana, A.Md (Staf Diskominfo-SP)
Editor : Wa Ode Rahmatia, SP (Kabid. Peng. Opini & Aspirasi Publik)