Perkuat Layanan Kesehatan, Pemkab Muna Barat Terima 16 Dokter Internship Kemenkes

Perkuat Layanan Kesehatan, Pemkab Muna Barat Terima 16 Dokter Internship Kemenkes
PPID. MUNA BARAT. GO. ID Pemerintah Kabupaten Muna Barat resmi menerima 16 dokter peserta Program Internship Dokter Indonesia (PIDI) dari Kementerian Kesehatan RI pada Jumat (3/7/2026). Acara penerimaan ini dipimpin langsung oleh Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, di Aula Rumah Jabatan Bupati yang terletak di Desa Wapae Jaya, Kecamatan Tiworo Tengah, Kabupaten Muna Barat. Kehadiran para dokter ini ditujukan untuk memperkuat pelayanan kesehatan serta memperluas akses layanan bagi masyarakat di wilayah tersebut.

Para dokter yang merupakan angkatan keempat PIDI di Kabupaten Muna Barat ini akan menjalani masa internship selama satu tahun. Dalam teknis pelaksanaannya, sebanyak 8 dokter akan ditempatkan di RSUD Muna Barat, 4 dokter di Puskesmas Tondasi, dan 4 dokter di Puskesmas Guali. Untuk memastikan para dokter mendapatkan pengalaman praktik yang menyeluruh di seluruh fasilitas kesehatan, pihak penyelenggara akan memberlakukan sistem rotasi setiap enam bulan sekali.

Program ini dinilai strategis dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan medis serta memperkuat ketersediaan tenaga kesehatan di Kabupaten Muna Barat. Agenda penerimaan ini turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Ibrahim Rasimu, Kepala Dinas Kesehatan Arif Ndaga, Direktur RSUD Muna Barat dr. Muh. Syahril Fitrah, jajaran Dinas Kesehatan, serta para kepala puskesmas setempat.

Dalam sambutannya, Bupati Muna Barat La Ode Darwin menyampaikan ucapan selamat datang dan memberikan apresiasi atas kehadiran para tenaga medis baru tersebut. "Selamat datang di Kabupaten Muna Barat kepada seluruh dokter internship. Kami berharap kehadiran saudara-saudara dapat memperkuat pelayanan kesehatan dan memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat," ujarnya.

Lebih lanjut, La Ode Darwin berpesan agar para peserta PIDI memanfaatkan masa penugasan ini dengan sebaik-baiknya sebagai ruang pembelajaran sekaligus pengabdian masyarakat. "Jadikan masa internship ini sebagai kesempatan untuk belajar sekaligus mengabdi. Berikan pelayanan yang tulus, ramah, dan penuh tanggung jawab karena kehadiran para dokter sangat berarti bagi masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan," pungkasnya.

Senada dengan Bupati, Kepala Dinas Kesehatan Muna Barat, Arif Ndaga, menyatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan segala fasilitas dan pendampingan teknis yang diperlukan demi kelancaran tugas para dokter baru ini. "Kami telah menunjuk dokter pendamping senior di RSUD maupun di Puskesmas Tondasi dan Guali. Kami ingin memastikan proses adaptasi mereka berjalan cepat sehingga pelayanan medis kepada masyarakat dapat langsung terakselerasi dengan optimal," jelas Arif Ndaga.

Direktur RSUD Muna Barat, dr. Muh. Syahril Fitrah, turut menyatakan kesiapan pihaknya dalam membimbing para dokter internship yang ditugaskan di rumah sakit. "Kami telah menyiapkan sarana pendukung serta tim dokter spesialis yang siap mendampingi dan membimbing mereka selama menjalani masa praktik klinik. Kami berharap para dokter internship ini dapat menyerap ilmu sebanyak-banyaknya sekaligus membantu mengoptimalkan pelayanan medis, baik di instalasi gawat darurat maupun rawat jalan di RSUD Muna Barat," tambah dr. Syahril.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Muna Barat, Ibrahim Rasimu, menekankan pentingnya dukungan non-teknis dan koordinasi lintas sektor guna memastikan kenyamanan para dokter selama mengabdi di Muna Barat. "Pemerintah daerah berkomitmen untuk menjamin kenyamanan para dokter internship ini, termasuk pemenuhan kebutuhan akomodasi dan sarana pendukung lainnya. Kami berharap mereka merasa betah sehingga dapat memberikan dedikasi terbaiknya untuk masyarakat Muna Barat," pungkas Ibrahim.

Wa Ode Rahmatia, SP (Kabid Peng. Opini & Aspirasi Publik Diskominfo-SP)