Pemkab Muna Barat Pelajari Tata Kelola Peternakan Modern di Kabupaten Sidrap

Pemkab Muna Barat Pelajari Tata Kelola Peternakan Modern di Kabupaten Sidrap
PPID. MUNA BARAT, GO. ID Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muna Barat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) pada Kamis (9/7/2026). Rombongan yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Muna Barat mewakili Bupati bersama sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tersebut bertujuan mempelajari kebijakan, strategi, dan praktik terbaik dalam pengembangan sektor peternakan ayam petelur.

Kunjungan ini dilakukan sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan investasi, membuka lapangan kerja, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Muna Barat. Hasil dari studi banding ini diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi kebijakan dan model pengembangan yang menjadi dasar penyusunan roadmap investasi dan pembangunan kawasan peternakan, demi mewujudkan Kabupaten Muna Barat sebagai sentra produksi telur di Sulawesi Tenggara.

Rangkaian kegiatan diawali dengan penerimaan resmi oleh Bupati Sidrap bersama jajaran Forkopimda dan kepala OPD setempat, yang dilanjutkan dengan diskusi mengenai kebijakan sektor peternakan, penarikan investasi, pemberdayaan peternak, serta penciptaan iklim usaha yang kondusif.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sidrap, H. Syaharuddin Alrif, menyampaikan apresiasi atas keseriusan Pemerintah Kabupaten Muna Barat dalam mempelajari pengembangan sektor peternakan sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah.

"Kami menyambut baik kunjungan Pemerintah Kabupaten Muna Barat. Kemajuan sektor peternakan tidak hanya ditentukan oleh potensi sumber daya alam, tetapi juga oleh komitmen pemerintah dalam membangun ekosistem usaha, mulai dari kebijakan, investasi, pembinaan peternak hingga penerapan teknologi. Semoga apa yang dipelajari di Sidrap dapat memberikan manfaat dan menjadi inspirasi bagi pengembangan peternakan di Muna Barat," ujar Syaharuddin Alrif.

Setelah pertemuan tersebut, rombongan bertolak meninjau peternakan sapi Brahman terpadu yang dikelola oleh Kelompok Tani Masumpuloloe untuk mempelajari sistem pemeliharaan, penyediaan pakan, hingga manajemen kelompok tani.

Selanjutnya, rombongan mengunjungi peternakan ayam petelur modern milik PT Cahaya Mario yang telah menggunakan sistem kandang close house berbasis teknologi otomatis pengendali suhu, kelembapan, sirkulasi udara, dan pencahayaan. Pimpinan PT Cahaya Mario, Haji Usman Appas, memaparkan bahwa saat ini perusahaannya mengoperasikan 13 kandang close house berkapasitas sekitar 46.000 ekor ayam per kandang. Penerapan teknologi ini terbukti mampu meningkatkan efisiensi pemeliharaan, mengoptimalkan produksi telur, serta meminimalkan risiko gangguan kesehatan ternak.

Selain teknologi produksi, Pemkab Muna Barat juga mempelajari penerapan aspek biosekuriti (biosecurity) dan keselamatan kerja (safety) yang ketat di PT Cahaya Mario. Setiap orang yang memasuki area wajib menggunakan Alat Pelindung Diri (APD), mengganti pakaian dan alas kaki khusus, serta melalui proses sanitasi dan disinfeksi guna mencegah masuknya patogen dari luar. Standar keselamatan kerja juga diterapkan bagi seluruh karyawan melalui pengaturan akses area kerja dan penggunaan peralatan sesuai standar operasional demi kelangsungan produksi yang aman.

Sekretaris Daerah Kabupaten Muna Barat, Ibrahim Rasimu, mengatakan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Muna Barat untuk mempercepat pembangunan sektor peternakan melalui pembelajaran langsung dari daerah yang telah berhasil.

"Sidrap telah membuktikan bahwa sektor peternakan mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat. Pengalaman ini menjadi bekal penting bagi kami untuk menyusun langkah-langkah strategis, baik dari sisi kebijakan, investasi, kelembagaan peternak maupun penerapan teknologi agar dapat diterapkan sesuai dengan potensi yang dimiliki Kabupaten Muna Barat," ungkap Ibrahim Rasimu.

Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Muna Barat menilai bahwa penerapan teknologi close house, biosekuriti yang ketat, serta manajemen peternakan yang terintegrasi di Kabupaten Sidrap merupakan praktik baik yang sangat relevan untuk dijadikan referensi dalam pengembangan peternakan di Muna Barat.

"Kami memperoleh banyak pembelajaran, mulai dari tata kelola peternakan modern, manajemen kesehatan hewan, hingga pola kemitraan antara pemerintah, peternak, dan pelaku usaha. Seluruh pengalaman ini akan kami kaji sebagai bahan penyusunan program dan kebijakan pengembangan peternakan yang berkelanjutan di Kabupaten Muna Barat," jelasnya.

Melalui kunjungan kerja ini, Pemerintah Kabupaten Muna Barat berharap pengalaman Kabupaten Sidrap dapat menjadi referensi dalam merumuskan kebijakan serta pengembangan sektor peternakan di Kabupaten Muna Barat. Berbagai praktik baik yang telah diterapkan di Sidrap diharapkan mampu diadaptasi sesuai dengan karakteristik daerah, sehingga sektor peternakan dapat berkembang sebagai salah satu pilar utama ketahanan pangan, peningkatan kesejahteraan masyarakat, penciptaan lapangan kerja, dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Wa Ode Rahmatia, SP (Kabid Peng. Opini dan Aspirasi Publik Diskominfo-SP)