Bupati Muna Barat Hadiri Panen Raya Padi Inpari 42 dan Berkomitmen Tingkatkan Kesuburan Tanah

Bupati Muna Barat Hadiri Panen Raya Padi Inpari 42 dan Berkomitmen Tingkatkan Kesuburan Tanah
PPID. MUNA BARAT. GO. ID Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, menghadiri panen raya padi varietas Inpari 42 di Desa Lakabu, Kecamatan Tiworo Tengah, Kabupaten Muna Barat, pada Kamis (2/7/2026). Dalam kegiatan tersebut, ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memperkuat sektor pertanian melalui peningkatan produktivitas lahan, khususnya melalui program peningkatan kesuburan tanah.

Acara ini turut dihadiri oleh Ali Basa, Ketua TP-PKK Muna Barat Rhika Purwaningsih Darwin, Sekretaris Daerah Ibrahim Rasimu, Kepala Dinas Pertanian Nestor Jono, serta para pimpinan OPD, camat, aparat kepolisian, kepala desa, kelompok tani, dan masyarakat Desa Lakabu. Panen raya ini menjadi momentum penting untuk menunjukkan perkembangan sektor pertanian setempat sekaligus mengevaluasi produktivitas sawah yang dinilai masih rendah.

Pemerintah daerah berkomitmen meningkatkan kesuburan tanah agar hasil panen meningkat, memperkuat ketahanan pangan daerah, serta meningkatkan pendapatan petani. Langkah strategis ini juga ditujukan untuk mendukung program ketahanan pangan nasional sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, kelompok tani, dan pelaku usaha di sektor pertanian.

"Kita tidak boleh membiarkan lahan sawah kita terus menghasilkan produktivitas yang rendah. Pemerintah daerah hadir untuk memberikan solusi konkret, mulai dari perbaikan kualitas tanah hingga penyediaan pupuk yang tepat. Target kita jelas, dari yang sebelumnya hanya berkisar 2–3 ton harus bisa naik menjadi 5–7 ton per hektare agar petani kita lebih sejahtera," ujar La Ode Darwin dalam sambutannya.

Untuk merealisasikan komitmen tersebut, pemerintah daerah akan memetakan penyebab rendahnya produktivitas sawah, termasuk mengatasi tingkat keasaman (pH) tanah yang rendah. Sebagai solusi konkret, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muna Barat akan menyediakan kapur dolomit dan pupuk organik guna memperbaiki unsur hara dan meningkatkan kesuburan tanah.

Kepala Dinas Pertanian Muna Barat, Nestor Jono, menjelaskan bahwa intervensi teknis sangat diperlukan untuk mengatasi kendala kondisi tanah di wilayah tersebut. "Kondisi tanah di area persawahan kita saat ini memang memiliki tingkat keasaman yang cukup tinggi, sehingga penyerapan pupuk kimia menjadi tidak optimal. Melalui pemberian kapur dolomit dan pupuk organik bantuan pemerintah, kita akan memperbaiki struktur tanah agar unsur haranya kembali seimbang dan siap ditanami kembali dengan hasil yang maksimal," jelas Nestor.

Program peningkatan kesuburan tanah ini akan melengkapi berbagai bantuan yang telah disalurkan sebelumnya, seperti benih dan alat mesin pertanian (alsintan). Melalui integrasi program ini, Pemkab Muna Barat menargetkan peningkatan hasil panen secara signifikan demi mewujudkan kemandirian pangan di Muna Barat.

Wa Ode Rahmatia, SP (Kabid Peng. Opini & Aspirasi Publik Diskominfo-SP)